Tugas ke 4 : teks eksposisi
(Wahyu Dwi K./28/ X IPA 4)
BELAJAR SKS
( Sistem Kebut Semalam)
Ada berbagai macam gaya belajar yang dilakukan oleh
masyarakat di Indonesia, salah satunya adalah sks (sistem kebut semalam) atau
bisa juga di sebut belajar pewayangan. Menurut saya gaya belajar dengan sistem
kebut semalam itu sangat tidak efektif dan juga merugikan.
Belajar SKS akan membodohkan diri kita sendiri. Kenapa ?
karena kita hanya membancanya dalam sekejab dan belum tentu bisa menguasai
materi degan sekejab, mungkin kita hanya menghafal namun tidak memahami, jika
kita hanya menghafal namun tidak memahami maka materi yang kita baca akan mudah
lupa pada ke esokan harinya dan itu yang membuat kita bodoh. Selain itu apabila
kita tiba tiba lupa atau blank dengan materi yang kita hafalkan semalam kita
akan awur awuran saat mengerjakan soal ujian dan alhasil nilai kita akan jelek.
Selanjutnya,belajar SKS akan membuat fungsi otak terganggu
karena jadwal otak pada malam hari yang seharusnya istirahat namun tetap di
paksakan untuk belajar hingga larut malam dan menggurangi waktu tidur. Padahal
pada saat otak beristirahat otak akan
mendapatkan protein untuk kinerjanya. Hal itu akan membuat otak menjadi kelelahan,
tidak bisa menerima rangsang dari luar, gangguan memori, dan melemahkan kerja
otak.
Selain itu kondisi tubuh yang kurang tidur akan memberikan
dampak negatif. Apabila kita kurang tidur tubuh kita akan menjadi lemas dan
otak juga sulit berkonsentrasi. Selain itu kurang tidur juga akan menyebabkan
tubuh kita renta terhadap penyakit yang mematikan seperti jantung, strok, darah
tinggi sampai diabetes kemudian juga akan menyebabkan kurangnya kontrol emosi,
kita akan menjadi sering marah marah tidak jelas, merasa gelisah, cemas,
terkadang juga membuat seseorang menjdi telmi.
Jadi belajar dengan SKS itu tidak baik karena akan membuat
kita hanya menggunakan cara instan namun tidak efektif atau lupa pada hari
berikutnya, akan mengganggu fungsi otak dan akan membuat kita kurang tidur yang
menyebabkan dampak negatif baik secara fisik maupun pesikis.
OK, teria kasih.
BalasHapus